Berita

Presiden Joko Widodo Mencatat Permintaan Bupati Tanah Bumbu

  • Penulis: MUHAMMAD RENALDY, 11-05-2017 18:54
  • BATULICIN – Berdasarkan Keppres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional dimana Kawasan Industri Batulicin merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional.

    Untuk mendukung Kawasan Industri Batulicin tentu sangat diperlukan dukungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi.

    Infrastruktur yang dimaksud adalah rencana pembangunan pelabuhan yang berkapasitas 20 ribu ton.

    Karena untuk pelabuhan yang berkapasitas 20 ribu ton di Kalimantan belum ada.

    Hal ini disampaikan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dalam sambutannya dihadapan Presiden RI Joko Widodo dan para undangan dipuncak acara Pesta Laut Mappanretasi, Minggu (7/5) di Pagatan.

    Selama ini kapal-kapal yang berkapasitas 20 ribu ton yang berasal dari Singapura hanya bersandar di pelabuhan Surabaya.

    Selanjutnya barang-barang akan dilanjutkan oleh kapal yang berkapasitas 5000 ton ke pelabuhan Batulicin Tanah Bumbu dan pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

    Perbedaan pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan pelabuhan Batulicin Tanah Bumbu memang mencolok. Kalau Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menyusuri sungai, sementara Pelabuhan Batulicin melalui selat, tidak perlu menunggu pasang surut dan juga tidak perlu ada pengerukan.

    “Oleh sebab itu Pelabuhan Batulicin sangat tepat bila dibangun Pelabuhan yang berkapasitas 20 ribu ton” ungkap Bupati Mardani.

    Dengan demikian lanjutnya, bila hal ini terwujud maka Tanah Bumbu akan menjadi pintu masuknya Eksport Inport untuk wilayah Kalimantan Selatan bahkan diwilayah Kalimantan pada umumnya.

    Mardani juga menyampaikan bahwa rencana akan membangun jalan Tol yang akan membelah gunung meratus.

    “Selama ini jarak tempuh Batulicin – Banjarmasin mencapai 265 Km, kalau dibangun jalan Tol jaraknya hanya 132 Km” papar Bupati Mardani

    Bupati Tanbu juga meminta dukungan pusat untuk pembangunan Bendungan, Bandara Internasional dan Pembangunan Jembatan terpanjang 6,4 Km yang saat ini dalam tahap permbangunan.

    “Pembangunan Jembatan ini dananya berasal dari dana APBD Propinsi dan dana APBD Kabupaten Tanah Bumbu serta dana APBD Kabupaten Kotabaru. Bila Pemerintah Pusat ikut membantu maka pembangunannya akan lebih cepat selesai” tandas Bupati Mardani.

    menjawab permintaan Bupati Tanbu Presiden Jokowi mengatakan bahwa permintaannya tidak dijawab sekarang, karena kalau dijawab sekarang berarti harus dipenuhi atau harus diberi.

    “Permintaan Bupati ini akan saya catat dan nanti akan dilakukan kajian yang lebih mendalam apakah program ini baik untuk rakyat dan apakah baik untuk bangsa dan negeri ini, kalau baik tentu kita akan putuskan untuk melaksanakannya, kalau tidak baik maka tentu tidak kita lanjutkan” jawab Presiden dan disambut dengan tepuk tangan dari seluruh hadirin. (MC/IMRAN)